
Al-Qur’an merupakan kitab suci yang memiliki keistimewaan luar biasa dibandingkan kitab-kitab sebelumnya. Salah satu keutamaannya adalah kemampuannya memberikan syafaat (pertolongan) kepada orang yang membacanya di hari kiamat. Karena itu, Rasulullah ﷺ menganjurkan umatnya untuk rajin membaca Al-Qur’an agar memperoleh syafaat tersebut kelak.
Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Al-Qur’an akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi para pembacanya. Bahkan, Al-Qur’an akan memohon kepada Allah agar pembacanya diberi kemuliaan, seperti mahkota dan pakaian kehormatan, serta mendapatkan ridha Allah.
اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ
Artinya:
“Bacalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi para pembacanya.” (HR. Muslim)
Namun, syafaat ini tidak diberikan secara otomatis. Seseorang harus memiliki hubungan yang kuat dengan Al-Qur’an, menjadikannya sebagai pedoman hidup, serta mengamalkan isi kandungannya. Jika Al-Qur’an hanya dibaca tanpa diamalkan, bahkan diabaikan, maka justru bisa menjadi sebab seseorang mendapat keburukan. Hal ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an bisa menjadi penolong atau sebaliknya menjadi hujjah yang memberatkan manusia.
Al-Qur’an: Penolong atau Pemberat
Al-Qur’an bisa menjadi penolong, tetapi juga bisa menjadi hujjah (bukti) yang memberatkan seseorang.
Rasulullah ﷺ bersabda:
Bahasa Arab:
وَالْقُرْآنُ حُجَّةٌ لَكَ أَوْ عَلَيْكَ
Artinya:
“Al-Qur’an itu bisa menjadi hujjah (pembela) bagimu atau justru menjadi hujjah yang memberatkanmu.” (HR. Muslim)
Artinya, jika seseorang hanya membaca tanpa mengamalkan, maka Al-Qur’an bisa menjadi saksi yang memberatkan dirinya di akhirat.
baca juga: https://tembungcity.com/konsep-otodalil-thaharah-dalam-qs-al-baqarah-ayat-222matis/
Keutamaan bagi Penghafal Al-Qur’an
Orang yang menghafal Al-Qur’an memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah. Bahkan, ia dapat memberikan syafaat kepada keluarganya.
Rasulullah ﷺ bersabda:
Bahasa Arab:
مَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ وَتَعَلَّمَهُ وَعَمِلَ بِهِ أُلْبِسَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ تَاجًا مِنْ نُورٍ
Artinya:
“Barang siapa membaca Al-Qur’an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka pada hari kiamat ia akan dipakaikan mahkota dari cahaya.” (HR. Abu Dawud)
Selain itu, terdapat keutamaan besar bagi orang yang membaca dan menghafal Al-Qur’an. Mereka tidak hanya dijanjikan masuk surga, tetapi juga dapat memberikan syafaat kepada sejumlah anggota keluarganya. Menghafal di sini tidak hanya berarti mengingat lafaz, tetapi juga mengamalkan ajarannya dan membacanya secara konsisten.
Syafaat Al-Qur’an juga memiliki keistimewaan tersendiri dibanding syafaat lainnya. Jika syafaat lain menyelamatkan seseorang setelah masuk ke dalam neraka, maka syafaat Al-Qur’an dapat mencegah seseorang sejak awal agar tidak sampai masuk ke dalamnya.
Kesimpulannya, Al-Qur’an adalah sumber cahaya dan petunjuk hidup yang sangat agung. Siapa yang dekat dengannya, membaca, memahami, dan mengamalkannya, akan memperoleh kemuliaan serta syafaat di hari kiamat. Sebaliknya, menjauhi Al-Qur’an dapat membawa kerugian.
semoga bermanfa’at….
1 thought on “Penjelasan Tentang Syafaat Al-qur’an Nul Karim”