
Dikutip dari tafsir Ibnu Katsir surat ali imran ayat 190 menjelaskan bahwa seluruh ciptaan Allah adalah bukti nyata akan keesaan dan kekuasaan-Nya. Surat-surat didalam Al-Qur’an merupakan petunjuk hidup bagi manusia. Di dalamnya terdapat banyak ayat yang mengajak manusia untuk berpikir, merenung, dan memahami tanda-tanda kebesaran Allah SWT.
Dalam kehidupan sehari-hari ayat ini sering dijadikan dasar untuk mendorong umat Islam agar menggunakan akal dan hati dalam memahami ciptaan Allah. banyak sekali ciptaan Allah yang seharusnya kita jadikan renungan. kita jadikan dasar kita untuk melakukan sesuatu yang di alam semesta ini.
Allah SWT berfirman:
إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ
Artinya:
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berakal.” (QS. Ali ‘Imran: 190)
Menurut Ibnu Katsir, ada 3 point penting yang harus kita fahami dalam surat ali imran ayat 190 ini, Ia juga menjelaskan bahwa seluruh ciptaan Allah adalah bukti nyata akan keesaan dan kekuasaan-Nya.Tiga point menurut beliau dalam ayat ini :
1. Penciptaan Langit dan Bumi
Ibnu Katsir menjelaskan bahwa langit dan bumi diciptakan dengan sangat sempurna, penuh keteraturan, dan tidak ada cacat sedikit pun. Semua ini menunjukkan kebesaran Allah sebagai Pencipta.
Langit yang luas dengan bintang-bintang, serta bumi yang dihuni oleh berbagai makhluk hidup adalah bukti nyata kekuasaan Allah SWT.
baca juga : https://tembungcity.com/doa-sempurna-dunia-dan-akhirat/
2. Pergantian Siang dan Malam
Pergantian siang dan malam yang terus terjadi tanpa henti menunjukkan adanya sistem yang teratur. Menurut Ibnu Katsir, hal ini adalah bukti bahwa alam ini tidak terjadi secara kebetulan, melainkan diatur oleh Allah.
Siang digunakan manusia untuk bekerja dan beraktivitas, sedangkan malam untuk beristirahat. Ini menunjukkan rahmat Allah kepada makhluk-Nya.
3. Tanda-Tanda bagi Ulul Albab
Ayat ini menegaskan bahwa hanya orang-orang tertentu yang mampu mengambil pelajaran dari tanda-tanda tersebut, yaitu ulul albab (orang-orang yang berakal).
Menurut Ibnu Katsir, ulul albab adalah mereka yang:
- Menggunakan akalnya untuk berpikir
- Mengingat Allah dalam setiap keadaan
- Merenungi ciptaan Allah dengan hati yang bersih
Penjelasan Ulama
menurut tafsir Ibnu Katsir surat ali imran ayat 190, jika ayat ini dikaitkan dengan ayat berikutnya (Ali ‘Imran: 191) yang menjelaskan ciri-ciri ulul albab:
- Selalu berdzikir kepada Allah
- Merenungi penciptaan langit dan bumi
- Menyadari bahwa semua ciptaan tidak sia-sia
sangatlah jelas bahwa bahwa berpikir dalam Islam harus diiringi dengan dzikir, bukan sekadar logika semata. sehingga akan menghasilkan pemikiran yang islami dan sesuai dengan syariat islam.
Para ulama tafsir, termasuk Ibnu Katsir, menjelaskan bahwa ayat ini mengandung dalil kuat tentang tauhid, khususnya tauhid rububiyyah. Tauhid Rububiyah adalah keyakinan teguh bahwa Allah SWT adalah satu-satunya Pencipta, Pemilik, Pengatur, dan Penguasa alam semesta. Ini mencakup pengesaan Allah dalam perbuatan-Nya, seperti memberi rezeki, menghidupkan, mematikan, dan menetapkan takdir. Tauhid ini menegaskan tidak ada sekutu bagi-Nya dalam mengatur segala perkara.
Ayat ini menegaskan kepada kita bahwa Langit dan bumi tidak tercipta dengan sendirinya, Semua berjalan dengan aturan yang sempurna, Tidak ada sekutu bagi Allah dalam menciptakan alam
hal inilah yang menjadi dasar bahwa hanya Allah yang berhak disebut sebagai Rabb (Pencipta dan Pengatur alam semesta).
Di era modern saat ini, ilmu pengetahuan berkembang pesat. Namun, ayat ini mengingatkan bahwa semua penemuan ilmiah seharusnya semakin menguatkan keimanan, bukan menjauhkan manusia dari Allah. Bahkan banyak ilmuwan yang kagum dengan keteraturan alam semesta, yang sejatinya telah dijelaskan dalam Al-Qur’an sejak 14 abad yang lalu.
Tafsir Ibnu Katsir terhadap Surah Ali ‘Imran ayat 190 mengajarkan bahwa alam semesta adalah tanda kebesaran Allah yang hanya dapat dipahami oleh orang-orang yang menggunakan akal dan hatinya.
Sebagai seorang Muslim, kita diajak untuk tidak sekadar melihat, tetapi juga merenungi dan mengambil pelajaran dari setiap ciptaan Allah SWT.
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَا السَّمَاوَاتُ السَّبْعُ فِي الْكُرْسِيِّ إِلَّا كَحَلْقَةٍ فِي أَرْضٍ فَلَاةٍ
Artinya:
“Tidaklah langit yang tujuh dibandingkan dengan Kursi Allah kecuali seperti cincin di padang luas.”
(HR. Ibnu Hibban)
semoga bermanfaat….
2 thoughts on “Tafsir Ibnu Katsir Surat Ali Imran Ayat 190”