
Penjelasan Lalai dalam Surat Al-Ma’un Ayat 4–5 dalam Al-Qur’an Salah satu peringatan yang sangat tegas. Ayat ini sangat terkenal karena berisi ancaman keras bagi orang yang shalat namun lalai terhadap shalatnya. Di dalam Al-Qur’an, Allah سبحانه وتعالى banyak memperingatkan manusia agar tidak hanya rajin beribadah secara lahiriah, tetapi juga menjaga hati, keikhlasan, dan kesungguhan dalam menjalankan ibadah.
Allah berfirman:
فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّينَ
الَّذِينَ هُمْ عَن صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ
Artinya:
“Maka celakalah orang-orang yang shalat, yaitu orang-orang yang lalai terhadap shalatnya.”
(QS. Al-Ma’un: 4–5)
Ayat ini tampak sederhana, tetapi mengandung makna yang sangat mendalam. Bahkan para ulama menjelaskan bahwa kelalaian dalam shalat bisa menjadi tanda lemahnya iman dan kerasnya hati.
Mengenal Surat Al-Ma’un
Surat Al-Ma’un terdiri dari 7 ayat dan termasuk surat Makkiyah menurut sebagian besar ulama. Surat ini berbicara tentang sifat orang yang mendustakan agama, di antaranya Menghardik anak yatim, Tidak peduli kepada orang miskin, Lalai dalam shalat, Berbuat riya’, enggan menolong sesama. Ini menunjukkan bahwa Islam bukan hanya ibadah ritual, tetapi juga kepedulian sosial dan kebersihan hati.
Tafsir Ayat 4–5: “Celakalah Orang yang Shalat”
Ayat ini diawali dengan kata:
فَوَيْلٌ Kata “wail” dalam bahasa Arab berarti ancaman kehancuran, kebinasaan, atau azab yang berat. Sebagian ulama bahkan mengatakan bahwa “Wail” adalah nama lembah di neraka. Yang mengejutkan, ancaman ini ditujukan kepada لْمُصَلِّينَ “orang-orang yang shalat”
Mengapa orang shalat justru diancam?
Karena yang menjadi masalah bukan sekadar melakukan shalat, tetapi sikap lalai terhadap shalat tersebut.
Apa Arti Lalai dalam Shalat?
Kata yang digunakan Allah adalah:
سَاهُونَ
(saahuun)
Artinya: lalai, lengah, tidak peduli, atau mengabaikan.
Para ulama tafsir menjelaskan bahwa lalai dalam ayat ini memiliki beberapa bentuk.
1. Lalai dari Waktu Shalat
Bentuk kelalaian pertama adalah sengaja menunda shalat hingga keluar waktunya. Misalnya: Sengaja menunda shalat Subuh hingga matahari terbit, Sibuk bermain atau bekerja hingga lupa shalat, Menganggap shalat bukan prioritas
Padahal Allah berfirman:
إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَّوْقُوتًا
Artinya: “Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang telah ditentukan waktunya bagi orang-orang beriman.”
(QS. An-Nisa: 103)
Orang yang terus-menerus meremehkan waktu shalat menunjukkan bahwa ia belum memuliakan perintah Allah.
2. Lalai dalam Tata Cara Shalat
Ada orang yang shalat, tetapi Tidak thuma’ninah, Gerakannya tergesa-gesa, Tidak khusyuk sama sekali, Membaca bacaan shalat asal-asalan
Rasulullah ﷺ pernah melihat seseorang shalat terlalu cepat, lalu beliau bersabda:
“Kembalilah dan shalatlah, karena sesungguhnya engkau belum shalat.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Ini menunjukkan bahwa kualitas shalat sangat penting.
baca juga : https://tembungcity.com/syafaat-al-quran-pertolongan-yang-menjadi-penawar-di-hari-yang-mencekam/
3. Lalai dari Makna dan Kekhusyukan
Sebagian orang berdiri shalat, tetapi pikirannya ke mana-mana:
- Memikirkan pekerjaan
- Handphone
- Bisnis
- Dunia
- Hiburan
Tubuhnya di masjid, tetapi hatinya jauh dari Allah.
Padahal shalat adalah saat seorang hamba bermunajat kepada Rabb-nya.
Allah berfirman:
قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ
الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ
Latin:
Qad aflahal mu’minuun.
Alladziina hum fii shalaatihim khaasyi’uun.
Artinya:
“Sungguh beruntung orang-orang beriman, yaitu mereka yang khusyuk dalam shalatnya.”
(QS. Al-Mu’minun: 1–2)
baca juga : https://tembungcity.com/ayat-ayat-tentang-syafaat-al-quran-di-hari-kiamat/
4. Lalai Karena Riya’
Ayat berikutnya dalam Surat Al-Ma’un menjelaskan:
الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ
Artinya:
“Yaitu orang-orang yang berbuat riya’.”
Mereka shalat agar dipuji manusia:
- Ingin disebut alim
- Ingin dianggap saleh
- Ingin dilihat rajin ibadah
Padahal amal yang dilakukan karena manusia bisa menjadi sia-sia.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Yang paling aku khawatirkan atas kalian adalah syirik kecil.”
Para sahabat bertanya:
“Apa itu syirik kecil wahai Rasulullah?”
Beliau menjawab:
“Riya’.”
(HR. Ahmad)
Mengapa Allah Sangat Murka terhadap Kelalaian Shalat?
Karena shalat adalah tiang agama.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Perjanjian antara kami dan mereka adalah shalat. Barang siapa meninggalkannya maka ia telah kafir.”
(HR. Tirmidzi)
Shalat adalah ibadah pertama yang akan dihisab pada hari kiamat. Jika shalat baik, maka baik pula amal lainnya.
Kelalaian dalam shalat menunjukkan:
- Lemahnya hubungan dengan Allah
- Dominasi cinta dunia
- Kurangnya rasa takut kepada akhirat
Hikmah Besar dari Surat Al-Ma’un
Surat ini mengajarkan bahwa:
- Ibadah harus melahirkan kepedulian sosial
- Shalat bukan sekadar gerakan
- Keikhlasan lebih penting daripada penampilan
- Allah melihat hati dan kualitas amal
Seseorang bisa terlihat rajin ibadah di mata manusia, tetapi ternyata termasuk orang yang diancam dalam Surat Al-Ma’un karena lalai dan riya’.
Penutup
Surat Al-Ma’un ayat 4–5 merupakan peringatan keras bagi setiap muslim agar tidak meremehkan shalat. Kelalaian bukan hanya meninggalkan shalat, tetapi juga:
- Menunda-nunda
- Tidak khusyuk
- Tidak menjaga kualitasnya
- Beribadah karena riya’
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang menjaga shalat dengan penuh keikhlasan, kekhusyukan, dan rasa takut kepada-Nya.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.