
Dalam Islam, tidak semua amal ibadah otomatis diterima oleh Allah SWT. Ada dua syarat utama yang harus dipenuhi agar suatu amal bernilai di sisi-Nya. Tanpa kedua syarat ini, amal yang dilakukan bisa menjadi sia-sia, meskipun terlihat baik di mata manusia.
Dua syarat tersebut adalah: ikhlas karena Allah dan sesuai dengan tuntunan Rasulullah ﷺ.
1. Ikhlas Karena Allah SWT (الإخلاص)
Syarat pertama dan paling utama adalah ikhlas, yaitu melakukan ibadah semata-mata karena Allah SWT, bukan karena ingin dipuji, dilihat, atau mendapatkan keuntungan dunia.
Dalil Al-Qur’an
Allah SWT berfirman:
وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ
“Padahal mereka tidak diperintahkan kecuali untuk menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya dalam (menjalankan) agama…”
(QS. Al-Bayyinah: 5)
Dalil Hadits
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ
“Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya…”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Makna Ikhlas
Ikhlas berarti:
- Tidak riya (pamer ibadah)
- Tidak mengharap pujian manusia
- Tidak mencari kepentingan dunia
Contohnya:
- Shalat bukan agar disebut alim
- Sedekah bukan agar dipuji dermawan
- Mengaji bukan untuk popularitas
Jika ibadah tercampur dengan riya, maka amal tersebut bisa gugur.
2. Mengikuti Sunnah Rasulullah ﷺ (الاتباع)
Syarat kedua adalah amal tersebut harus sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad ﷺ. Ibadah tidak boleh dibuat-buat sendiri tanpa dalil.
Dalil Hadits
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ
“Barangsiapa melakukan suatu amalan yang tidak ada perintah dari kami, maka amalan itu tertolak.”
(HR. Muslim)
Dalam riwayat lain:
مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ
“Barangsiapa mengada-adakan dalam urusan kami ini sesuatu yang bukan darinya, maka ia tertolak.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
baca juga : https://tembungcity.com/larangan-keras-mendekati-zina-dalam-islam/
Makna Mengikuti Sunnah
Artinya:
- Ibadah harus ada dalilnya
- Tata caranya sesuai contoh Nabi ﷺ
- Tidak menambah atau mengurangi
Contoh:
- Shalat sesuai yang diajarkan Rasulullah ﷺ
- Puasa sesuai tuntunan syariat
- Dzikir sesuai yang dicontohkan
Mengapa Kedua Syarat Ini Penting?
Amal ibadah hanya diterima jika kedua syarat ini terpenuhi sekaligus:
| Ikhlas | Sesuai Sunnah | Hasil |
|---|---|---|
| ✔ | ✔ | Diterima |
| ✔ | ✘ | Ditolak |
| ✘ | ✔ | Ditolak |
| ✘ | ✘ | Ditolak |
Artinya:
- Ikhlas saja tidak cukup tanpa tuntunan
- Sesuai sunnah saja tidak cukup tanpa keikhlasan
Penjelasan Ulama
Para ulama menjelaskan bahwa dua syarat ini diambil dari firman Allah:
فَمَن كَانَ يَرْجُوا لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا
“Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia beramal shalih dan tidak mempersekutukan dalam beribadah kepada-Nya…”
(QS. Al-Kahfi: 110)
- Amalan shalih → sesuai sunnah
- Tidak menyekutukan Allah → ikhlas
Ciri Amal yang Diterima
Beberapa tanda amal diterima:
- Hati semakin dekat kepada Allah
- Ibadah terasa ringan dan terus dilakukan
- Menjadi pribadi yang lebih baik
- Menjauh dari maksiat
Sebaliknya, jika ibadah tidak mengubah diri, perlu evaluasi niat dan cara pelaksanaannya.
Penutup
Dua syarat diterimanya amal ibadah adalah:
- Ikhlas karena Allah SWT
- Mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ
Keduanya adalah fondasi utama dalam setiap ibadah. Tanpa salah satunya, amal bisa tertolak di sisi Allah SWT.
Maka, sebelum beramal, hendaknya kita selalu bertanya:
- Apakah ini benar-benar karena Allah?
- Apakah ini sesuai dengan ajaran Rasulullah ﷺ?
Semoga Allah SWT menerima setiap amal ibadah kita dan menjadikannya sebagai bekal di akhirat kelak. Aamiin.
1 thought on “2 Syarat Amal Ibadah Diterima Allah SWT”