
Dalam ilmu tajwid, terdapat istilah “saktah” yang penting dipahami oleh para pembaca Al-Qur’an. Saktah berkaitan dengan cara berhenti sejenak saat membaca ayat tanpa mengambil napas. Memahami saktah membantu menjaga keindahan bacaan serta kesesuaian dengan kaidah yang diajarkan oleh para ulama qira’at.
Apa Itu Saktah?
Secara bahasa, saktah berarti diam sejenak. Dalam istilah ilmu tajwid, saktah adalah berhenti sejenak tanpa bernapas ketika membaca Al-Qur’an, kemudian melanjutkan bacaan kembali.
Saktah biasanya hanya berlangsung sangat singkat, sekadar jeda ringan yang tidak sampai memutus bacaan sepenuhnya.
Dalil dan Dasar Saktah
Saktah merupakan bagian dari cara membaca Al-Qur’an yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ melalui para sahabat dan diteruskan dalam ilmu qira’at.
Allah berfirman dalam Al-Qur’an:
“Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan tartil (perlahan-lahan dan benar).”
(QS. Al-Muzzammil: 4)
Ayat ini menjadi dasar penting dalam menjaga tata cara membaca Al-Qur’an, termasuk penerapan hukum tajwid seperti saktah.
Ayat-Ayat Saktah dalam Al-Qur’an
Dalam riwayat bacaan tertentu (seperti riwayat Hafs), terdapat beberapa tempat saktah yang dikenal, di antaranya:
1. Surah Al-Kahfi Ayat 1-2
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِىٓ أَنزَلَ عَلَىٰ عَبْدِهِ ٱلْكِتَٰبَ وَلَمْ يَجْعَل لَّهُۥ عِوَجَا ۜ … قَيِّمًا لِّيُنذِرَ بَأْسًا شَدِيدًا مِّن لَّدُنْهُ وَيُبَشِّرَ ٱلْمُؤْمِنِينَ ٱلَّذِينَ يَعْمَلُونَ ٱلصَّٰلِحَٰتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا حَسَنًا
Arab Latinnya:
Al-ḥamdu lillāhillażī anzala ‘alā ‘abdihil-kitāba wa lam yaj’al lahụ ‘iwajā [1] Qayyimal liyunżira ba`san syadīdam mil ladun-hu wa yubasysyiral-mu`minīnallażīna ya’malụnaṣ-ṣāliḥāti anna lahum ajran ḥasanā [2].
Artinya:
Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al Kitab [Al-Quran] dan Dia tidak mengadakan kebengkokan di dalamnya [1] Sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal saleh, bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik, [2],” (QS. Al-Kahfi [18]: 1-2).
2. Surah Al-Qiyamah Ayat 27
وَقِيلَ مَنْ ۜ رَاقٍ
Arab Latinnya:
Wa qīla man rāq.
Artinya:
“Dan dikatakan [kepadanya]: “Siapakah yang dapat menyembuhkan?,” (QS. Al-Qiyamah [75]: 27).
baca juga : https://tembungcity.com/bolehkah-menukar-uang-baru-dengan-biaya-admin/
3. Surah Yasin Ayat 52
قَالُوا۟ يَٰوَيْلَنَا مَنۢ بَعَثَنَا مِن مَّرْقَدِنَا ۜ ۗ هَٰذَا مَا وَعَدَ ٱلرَّحْمَٰنُ وَصَدَقَ ٱلْمُرْسَلُونَ
Arab Latinnya:
Qālụ yā wailanā mam ba’aṡanā mim marqadinā hāżā mā wa’adar-raḥmānu wa ṣadaqal-mursalụn.
Artinya:
“Mereka berkata: ‘Aduhai celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat-tidur kami [kubur]?’. Inilah yang dijanjikan [Tuhan] Yang Maha Pemurah dan benarlah Rasul-rasul[Nya],” (QS. Yasin [36]: 52).
4. Surah Al-Muthaffifin Ayat 14
كَلَّا ۖ بَلْ ۜ رَانَ عَلَىٰ قُلُوبِهِم مَّا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ
Arab Latinnya:
Kallā bal rāna ‘alā qulụbihim mā kānụ yaksibụn.
Artinya:
“Sekali-kali tidak [demikian], sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka,” (QS. Al-Muthaffifin [83]: 14).
Hikmah Adanya Saktah
Penerapan saktah memiliki beberapa hikmah, antara lain:
- Menjaga makna ayat agar tidak rancu
- Memperindah bacaan Al-Qur’an
- Mengikuti sunnah dalam membaca Al-Qur’an
- Membedakan makna antar kata dalam satu rangkaian ayat
Cara Membaca Saktah yang Benar
Berikut cara membaca saktah:
- Berhenti sejenak tanpa mengambil napas
- Tidak terlalu lama (hanya sekejap)
- Langsung melanjutkan bacaan
- Tetap menjaga makhraj dan tajwid
Kesimpulan
Saktah adalah salah satu bagian penting dalam ilmu tajwid yang menunjukkan keindahan dan ketelitian dalam membaca Al-Qur’an. Meski hanya berupa jeda singkat, saktah memiliki peran besar dalam menjaga makna dan keaslian bacaan.
Dengan mempelajari ayat-ayat saktah dan cara membacanya, seorang muslim dapat membaca Al-Qur’an dengan lebih baik, sesuai dengan tuntunan yang benar.
sumber : https://tirto.id/saktah-dalam-al-quran-pengertian-hukum-contoh-cara-membacanya-gphh