
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,2 yang mengguncang wilayah Sukabumi pada Minggu dini hari dianalisis oleh Badan Geologi sebagai gempa darat yang berkaitan dengan aktivitas patahan aktif di daerah tersebut. Berdasarkan kajian awal, gempa ini diperkirakan berasal dari Sesar Cimandiri, salah satu sesar aktif di Jawa Barat.
Menurut keterangan Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), gempa terjadi sekitar pukul 00.36 WIB dengan kedalaman hiposenter yang relatif dangkal, sekitar 4 kilometer. Mekanisme sumber gempa menunjukkan pola pergeseran mendatar ke kiri (sinistral strike-slip) yang umum terjadi pada aktivitas patahan tektonik.
Juru bicara PVMBG, Yana Karyana, menjelaskan bahwa arah struktur gempa memiliki orientasi barat-barat daya hingga timur-timur laut (BBD–TTL). Pola arah ini sejalan dengan karakteristik struktur geologi Sesar Cimandiri, sehingga gempa tersebut diduga kuat berhubungan dengan pergerakan patahan tersebut.
baca juga : https://tembungcity.com/mungkinkah-1-syawwal-2026-di-indonesia-akan-berbeda-ini-penjelasan-ahli/
Wilayah Sukabumi sendiri dikenal berada di jalur sesar aktif yang cukup panjang. Sesar Cimandiri membentang dari kawasan Pelabuhan Ratu hingga wilayah Bandung Barat, melintasi beberapa daerah di Jawa Barat. Aktivitas tektonik di sepanjang jalur patahan ini kerap menimbulkan gempa bumi berkekuatan kecil hingga sedang.
Selain sumber gempa, kondisi geologi setempat juga dapat mempengaruhi kekuatan guncangan yang dirasakan masyarakat. Lapisan tanah tertentu dapat memperkuat getaran gempa, sehingga meskipun magnitudonya tidak terlalu besar, guncangan tetap terasa cukup kuat di beberapa wilayah.
Dengan adanya aktivitas sesar aktif tersebut, para ahli mengingatkan pentingnya mitigasi bencana dan kesiapsiagaan masyarakat. Pemahaman mengenai kondisi geologi wilayah Sukabumi diharapkan dapat membantu mengurangi risiko dampak gempa di masa mendatang.
sunber : https://news.detik.com/berita/d-8400623/gempa-m-4-1-guncang-sukabumi.