
Allah mengatakan “puasa untuk-Ku” dalam hadits qudsi :
كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصِّيَامَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ
“Semua amal anak Adam untuknya kecuali puasa. Ia untuk-Ku, dan Aku yang akan membalasnya.” (HR. Bukhari: 1761 dan Muslim: 1946).
Puasa adalah ibadah rahasia antara hamba dan Allah, yang paling ikhlas, terbebas dari riya’, dan mencerminkan kesabaran tingkat tinggi. Ibadah ini menuntut meninggalkan syahwat semata-mata karena ketaatan, sehingga Allah sendiri yang akan membalasnya tanpa batas
baca juga : https://tembungcity.com/doa-saat-zakat-fitrah/
Mengapa puasa disandarkan langsung kepada Allah ada beberapa sebab :
- Rahasia Antara Hamba dan Pencipta: Puasa adalah ibadah batiniah yang tidak terlihat oleh orang lain. Seseorang bisa saja makan atau minum di tempat sepi, tetapi ia tidak melakukannya karena merasa diawasi Allah.
- Terbebas dari Riya’: Tidak seperti ibadah lain (seperti shalat atau sedekah) yang gerakannya bisa dilihat, puasa murni keikhlasan, sehingga sulit terkena penyakit hati riya’.
- Bentuk Kesabaran Tertinggi: Puasa melibatkan tiga jenis sabar sekaligus: sabar dalam ketaatan, sabar meninggalkan yang diharamkan, dan sabar atas rasa lapar/lemahnya tubuh.
- Pahala Tanpa Batas: Allah mengkhususkan diri-Nya untuk membalas puasa secara langsung, yang ditafsirkan sebagai pahala yang tidak terbatas, berbeda dengan amalan lain yang dilipatgandakan
10 hingga
700 kali lipat.
- Menundukkan Hawa Nafsu: Puasa adalah alat untuk melawan musuh Allah (setan) dengan mempersempit ruang gerak setan melalui pengendalian hawa nafsu.
“PUASA untuk-Ku” adalah bentuk penghormatan tertinggi dari Allah atas ibadah yang paling menunjukkan ketulusan iman seorang hamba.
7 thoughts on “Allah mengatakan “Puasa Untuk-Ku” ”