
Harga emas Terkoreksi Imbas Perang, Saatnya Beli? yang sebelumnya terus menunjukkan tren kenaikan kini justru mengalami tekanan akibat meningkatnya konflik geopolitik di Timur Tengah.
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran membuat nilai emas melemah, terutama menjelang perayaan Idulfitri.
Menurut pengamat komoditas Ibrahim Assuaibi, penurunan ini terjadi karena para investor mulai beralih dari emas ke dolar AS yang dianggap lebih aman dalam situasi ketidakpastian global.
Kondisi politik di Iran yang belum stabil turut memperkuat perpindahan investasi tersebut.
Selain itu, kenaikan harga minyak dunia yang cukup tinggi juga ikut memberi dampak tidak langsung terhadap harga emas. Lonjakan harga minyak berpotensi mendorong inflasi, yang kemudian memicu bank sentral untuk menaikkan suku bunga.
baca juga : https://tembungcity.com/makna-ucapan-taqabbalallahu-minna-wa-minkum-saat-lebaran/
Di laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam untuk pecahan per 23/03/2026 1 gram hari ini dipatok pada angka Rp 2.893.000.
Nilai ini menunjukkan kestabilan setelah sempat mengalami koreksi cukup dalam sekitar 5,1% dalam sepekan terakhir akibat dinamika pasar global dan penguatan dolar AS.
Sementara itu, untuk harga buyback atau harga jual kembali oleh konsumen ke butik Antam berada di level Rp 2.738.700 per gram.
Perlu diingat bahwa setiap transaksi buyback dengan nilai di atas Rp 10 juta akan dikenakan potongan pajak PPh 22 sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Situasi serupa juga terlihat di Pegadaian, di mana harga emas Antam terpantau stabil di angka Rp 2.995.000 per gram, sedangkan harga emas Galeri 24 berada di level Rp 2.920.000 per gram
Dalam kondisi suku bunga tinggi, instrumen investasi berbasis bunga seperti deposito dan obligasi menjadi lebih menarik dibandingkan emas.
baca juga : https://tembungcity.com/makna-ucapan-taqabbalallahu-minna-wa-minkum-saat-lebaran/
Meski demikian, kondisi pelemahan harga emas ini justru dinilai sebagai peluang bagi investor untuk membeli. Diperkirakan, harga emas akan kembali menguat dalam waktu dekat, bahkan berpotensi mencapai sekitar Rp 3,5 juta per gram hingga akhir tahun.
Emas sendiri masih dianggap sebagai instrumen investasi yang mampu menjaga nilai kekayaan, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Oleh karena itu, saat harga mengalami koreksi, momen tersebut sering dimanfaatkan sebagai waktu yang tepat untuk melakukan pembelian.
semoga bermanfaat …