
Sumber Reuters
TEHERAN, TembungCity.com – Perang antara Israel dan Iran memasuki tahap baru setelah hampir sepekan operasi militer berlangsung sejak Sabtu (28/2/2026).
Dari beberapa sumber yang mengetahui operasi militer Israel tersebut mengatakan, fase kedua perang akan difokuskan pada serangan terhadap bunker dan fasilitas bawah tanah yang digunakan Iran untuk menyimpan rudal balistik serta peralatan militernya.
militer Israel menyatakan telah menghantam ratusan peluncur rudal Iran yang berada di permukaan dan berpotensi menargetkan kota-kota di Israel. Namun pada tahap berikutnya, sasaran akan diperluas ke fasilitas yang lebih terlindungi.
Salah satu sumber menyebut tujuan utama operasi tersebut adalah melemahkan kemampuan Iran melancarkan serangan udara.
“Target Israel untuk menetralkan kemampuan Iran meluncurkan serangan udara ke Israel pada akhir perang,” kata sumber tersebut.
Perang gabungan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran kini mendekati akhir pekan pertama sejak dimulai dengan serangan awal yang menewaskan sejumlah pemimpin Iran. Serangan itu memicu konflik regional yang ditandai dengan serangan balasan Iran ke Israel, kawasan Teluk, dan Irak, serta serangan Israel di Lebanon.
baca juga : https://tembungcity.com/malam-lailatur-qadar-pengertian-ciri-amalan-keutamaan/
Serangan ke infrastruktur militer rahasia
Militer Israel belum memberikan komentar resmi terkait rencana serangan terbaru tersebut. Namun pada fase sebelumnya, mereka menyatakan bahwa Israel dan Amerika Serikat telah menguasai sebagian besar wilayah udara Iran pada hari-hari awal operasi. Dalam pernyataan pada Kamis (5/3/2026), militer Israel mengatakan, angkatan udaranya telah menyerang fasilitas bawah tanah milik Iran.
https://bmm.or.id/artikel/4-amalan-sebelum-tidur-yang-dianjurkan-rasulullah-rahasia-tidur-berkah-dan-pahala-YlT“Angkatan Udara semalam menyerang sebuah lokasi infrastruktur bawah tanah yang digunakan rezim Iran untuk menyimpan rudal balistik serta lokasi penyimpanan rudal yang dimaksudkan untuk digunakan melawan pesawat,” kata militer Israel dalam pernyataannya. Ini menjadi pertama kalinya militer Israel secara terbuka mengumumkan serangan terhadap fasilitas rudal bawah tanah sejak operasi gabungan dengan Amerika Serikat dimulai pada Sabtu lalu.
Persediaan rudal Iran
Jumlah persediaan rudal Iran masih menjadi perdebatan di kalangan analis militer. Militer Israel sebelumnya memperkirakan Iran memiliki sekitar 2.500 rudal sebelum perang dimulai.
Sejumlah analis lain memperkirakan jumlah Rudal Iran bisa mencapai sekitar 6.000 rudal.
SUMBER : https://KOMPAS.COM